BABI
PENDAHULUAN
A. LatarBelakang
Istilahstatistikdenganstatistikaseringdipakaisilihbergantimeskipunsebenarnyaartinyasangatberbeda.Statistikaadalahsuatupengetahuanyangberhubungandengan
cara-carapengumpulandata,pengolahanataupenganalisisannyadanpenarikankesimpulanberdasarkankumpulandatadanpenganalisisanyangdilakukan.Sedangkan
statistic adalahdipakaiuntukmenyatakankumpulandata,bilanganmaupunnon-bilanganyangdisusundalam
table maupundiagram,yangmelukiskanataumenggambarkansuatupersoalan.Statistikyangmenjelaskansesuatuhalbiasanyadiberinama
statistic mengenaihalyangbersangkutan.
Dewasaini,berbagaiinformasitidakjarangmenyajikanbentukgrafik,table,ataubentuk-bentuklain.Bahkan,telahdipakaiolehmerekayangbekerjasebagaiseorangpraktisidalambanyakbidang.Informasisejenisinimengharuskanparapembacauntukmampumemahamimaknalambang-lambangitusecaratepat.Kekeliruanketikamenafsirkanlambang-lambangtersebutmengakibatkankesalahpahamanpembacaatasmaksudinformasiyangdisampaikanberdasarkandatastatistik.
B. RumusanMasalah
Berdasarkanlatarbelakangdiatas,supayapembahasandalammakalahinitidakmelebarmakabisadirumuskansuatu
rumusan masalahsebagaiberikut:
1. Bagaimanakonsep
dasar data dan statistika?
2.
Apa rumus yang digunakan menghitung berbagai jenis ukuran
data?
3. Bagaimana
cara pengolahan data dan penyajiannya?
BABII
PEMBAHASAN
A. Statisik dan Statistika
1. Pengertian Statistik
Statistik
dalam praktek, berhubungan dengan angka-angka hingga bisa diartikan numerical
description.dalam dunia usaha, statistik juga sering diasosiasikan dengan
sekumpulan data, seperti pergerakan tingkat inflasi, biaya promosi bulanan dan
lain sebagainya. Namun selain merupakan sekumpulan data, statistik juga dipakai
untuk melakukan berbagai analisis terhadap data, seperti melakukan berbagai uji
hipotesis dan kegunaan lainnya, statistik untuk kegunaan ini disebut sebagai
ilmu statistik.
1.
Statistik
Deskriptif
Statistik
deskriptif berusaha menjelaskan atau menggambarkan berbagai karakteristik data,
seperti berapa rata-ratanya, seberapa jauh data-data bervariasi dari
rata-ratanya, berapa median data dan sebagainya.
2.
Statistik
Induktif (Inferensi)
Statistik
induktif berusaha membuat berbagai inferensi terhadap sekumpulan data yang
berasald ari suatu sampel.Tindakan inferensi tersebut seperti melakukan
perkiraan besaran populasi, uji hipotesis, permalan dan sebagainya.[1]
Beberapa pandangan
laintentang pengertian statistik dari para ahli:
§ Statistik adalah carauntu mengolah data dan menarik
kesimpulan-kesimpulan yang teliti dan keputusan-keputusan yang logik dari
pengolahan data. (Prof.Drs.SutrisnoHadi,MA).
§
Statistik adalah
sekumpulan cara maupun aturan-aturan yang berkaitan dengan pengumpulan,
pengolahan(Analisis), penarikan kesimpulan, atas data-data yang berbentuk angka
dengan menggunakan suatu asumsi-asumsi tertentu. (Prof.Dr.H.AgusIrianto).
§
Statistik adalah ilmu
yang mempelajari tentang selukbeluk data, yaitu tentang pengumpulan,
pengolahan, penganalisisa, penafsiran, dan penarikan kesimpulan dari data yang
berbentuk angka. (Ir.M.Iqbalhasan,MM).
§
Statistik adalah metode
yang memberikan cara-cara guna menilai ketidaktentuan dari penarikan kesimpulan
yang bersifat induktif. (Stoel
dan Torrie).
§
Statistik adalah metode/asas-asas
mengerjakan/memanipulasi data kuantitatif agar angka-angka tersebut berbicara.(Antodajan).
§
Statistik diartikan
sebagai data kuantitatif baik yang masih belum tersusun maupun yang telah
tersusun dalam bentuk table. (Antodajan).
§
Statistik adalah studi
informasi dengan mempergunakan metodologi dan teknik-teknik perhitungan untuk
menyelesaikan permasalahan-permasalahan praktis yang muncul di berbagai bidang. (SuntoyoYitnosumarto).[2]
2. Elemen Statistik
Meskipun
statistik bisa diterapkan pada hampir semua aspek kehidupan, namun ada beberapa
elemen yang biasa terdapat dalam suatu persoalan statistik, yaitu :
a.
Populasi
Masalah dasar dari persoalan statistik adalah menentukan populasi
data.Secara umum populasi bisa didefinisikan sebagai sekumpulan data yang
mengidentifikasi suatu fenomena.
Populasi
dalam statistik tidak hanya terbatas pada masalah-masalah manusia atau bisnis,
namun dapat lebih luas cakupannya.Seperti populasi ayam di suatu daerah,
populasi bakteri ‘X’ di suatu laboratorium dan seterusnya.Juga populasi bisa
sedemikian besarnya hingga bisa dikatakan tak terbatas, seperti populasi
oksigen di dunia, populasi plankton di lautan dan sebagainya.
b.
Sampel
Sampel
bisa didefinisikan sebagai sekumpulan data yang diambil atau diseleksi dari
suatu populasi.Pengambilan sampel dilakukan karena dalam praktek banyak kendala
yang tidak memungkinkan seluruh populasi diteliti.Kendala tersebut bisa karena
situasi, waktu, tenaga, biaya dan sebagainya. Sebagai contoh, tidak mungkin
akan diteliti semua bakteri “X” yang ada di seluruh dunia; atau akan
menghabiskan banyak waktu dan biaya jika seluruh pekerja wanita di Indonesia
dijadikan objek penelitian. Oleh karena itu, pengambilan sampel (contoh) data
pada banyak kasus statistik merupakan suatu kebiasaan dan karenanya metode
pengambilan sampel menjadi bagian penting dari statistik.
c.
Variabel
Dalam
melakukan inferensi terhadap populasi, tidak semua ciri populasi harus
diketahui.Hanya satu atau beberapa karakteristik populasi yang perlu diketahui,
yang disebut sebagai variabel. Seperti untuk meneliti kepuasan pekerja,
variabel yang dianggap relevan bisa berupa usia pekerja, gender pekerja,
penghasilan pekerja dan lainnya. Namun, variabel seperti status pekerja, asal
pekerja atau tempat tinggal pekerja bisa saja dianggap tidak relevan dan tidak
perlu dianalisis.
d.
Statistik Inferensi
Seperti
yang telah dijelaskan di atas, statistik inferensi pada dasarnya adalah suatu
keputusan, perkiraan atau generalisasi tentang suatu populasi berdasarkan
informasi yang terkandung dari suatu sampel.[3]
3. Pengertian Statistika
Statistika
adalah pengetahuan yang berkaitan dengan metode, teknik atau caramengumpulkan
data, mengolah data, menganalisis data, menyajikan data dalam bentuk kurva atau
diagram, menarik kesimpulan, menafsirkan data, serta menguji hipotesis yang
didasarkan pada hasil pengolahan data. Data yang kita peroleh dapat disajikan
dengan 2 cara yaitu :
1.
Bentuk
diagram yaitu digram batang, diagram garis dan diagram lingkaran.
2.
Bentuk
tabel.
Apapun
bentuk data yang kita sajikan, yang pasti memberikan pengertian yang sama bagi
pembacanya.
B. Data dalam Statistika
1. Pengertian Data
Statistik
dalam prakteknya tidak bisa dilepaskan dari data yang berupa angka, baik itu
dalam statistik deskriptif yang menggambarkan data, maupun statistik inferensi
yang melakukan analisis terhadap data.Namun sebenarnya data dalam statistik
juga bisa mengandung data non angka atau data kualitatif.
Data
adalah catatan atas kumpulan fakta.Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal
dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan
sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya.
Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.
Dalam
keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah
sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh
orang lain yang kemudian disebut informasi.[4]
2. Tipe Data Statistik
Data
dalam statistik berdasarkan tingkat pengukurannya (level of measurement) dapat
dibedakan dalam empat jenis yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu data
kualitatif dan data kuantitatif:
Data
Kualitatif (Qualitative Data)
Data
kualitatif secara sederhana bisa disebut data yang berupa angka.Data kualitatif
mempunyai ciri yang tidak bisa dilakukan operasi matematika seperti penambahan,
pengurangan, perkalian maupun pembagian. Data kualitatif ini dibagi menjadi 2
jenis, yaitu :
1.
Nominal
Data bertipe ini adalah data yang paling
“rendah” dalam level pengukuran data. Jika suatu pengukuran data hanya
menghasilkan satu dan hanya satu-satunya kategori, maka data tersebut
adalah data nominal. Misal proses pendataan tempat tinggal 40 responden dalam
suatu penelitian. Dalam kasus ini setiap orang akan bertempat tinggal di suatu
tempat tertentu (berdasarkan KTP), tidak bisa di tempat lain. Jadi data tempat
tinggal adalah data nominal karena hanya mempunyai satu alamat tidak lebih.
2.
Ordinal
Data ordinal, seperti pada data nominal, adalah
juga data kualitatif namun dengan level yang lebih “tinggi” daripada data
nominal. Jika pada data nominal, semua data kategori dianggap sama, maka pada
data ordinal ada tingkatan data. Misalnya data jenis kelamin pada contoh di
atas, Lelaki dianggap setara dengan wanita, atau dalam data Tempat Kelahiran,
data Jakarta dianggap sama dengan data Yogyakarta, Surabaya dan sebagainya.
Pada data ordinal, ada data dengan urutan lebih
tinggi dan urutan lebih rendah.Misalnya data tentang sikap seseorang terhadap
produk tertentu.Dalam pengukuran sikap konsumen, ada sikap “suka”, “tidak
suka”, “sangat suka” dan lain sebagainya. Di sini data tidak bisa disamakan
derajatnya, dalam arti “suka” dianggap lebih tinggi dari “tidak suka”, namun
lebih rendah dari “sangat suka”.
Data Kuantitatif (Quantitative Data)
Data
kuantitatif bisa disebut sebagai data berupa angka dalam arti sebenarnya.Jadi
berbagai operasi matematika bisa dilakukan pada data kuantitatif. Seperti pada
data kualitatif, data kuantitatif juga dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
1.
Data
Interval
Data interval menempati level pengukuran data
yang lebih tinggi dari data ordinal karena selain bisa bertingkat urutannya,
juga urutan tersebut bisa dikuantitatifkan. Seperti pengukuran temperatur
sebuah ruangan, contoh :
-
Cukup
panas jika temperatur antara 50-80° C.
-
Panas
jika temperatur antara 80-110° C.
-
Sangat
panas jika temperatur antara 110-140° C.
Dalam
kasus di atas, data temperatur bisa dikatakan data interval karena data
mempunyai interval (jarak) tertentu, yaitu 30° C. Namun, di sini data interval
tidak mempunyai titik nol yang absolut. Misalnya pada pengukuran temperatur,
seperti pernyataan bahwa ‘air membeku pada 0°C.Pernyataan di atas bersifat
relatif, karena 0°C hanya sebagai tanda saja.Dalam pengukuran °F, air membeku bukan pada 0°F, namun pada 32°F.dengan demikian, juga tidak bisa dikatakan
bahwa suhu 100°F adalah
duakali lebih panas dari suhu 50°F.
2.
Data
Rasio
Data
rasio adalah data dengan tingkat pengukuran “tertinggi” di antara jenis data
lainnya. Data rasio adalah data yang bersifat angka dalam arti sesungguhnya
(bukan kategori seperti pada data nominal dan ordinal) dan bisa dioperasikan
secara matematika (+, -, x, /). Perbedaan dengan data interval adalah bahwa
data rasio mempunyai titik nol dalam arti sesungguhnya.Misalnya jumlah produk
roti dari gudang PT ENAK JOSS.Jika jumlah retinol, berarti memang tidaka da
sepotong roti pun dalam gudang tersebut.Jika ada 24 roti, kemudian bertambah
produk baru sebanyak 3 roti, maka total roti sekarang adalah 24+3 = 27 roti
(operasi penjumlahan), dan seterusnya.Atau jumlah mahasiswa dalam kelas,
pengukurannya mempunyai angka 0 dalam arti yang sesungguhnya.Misal jumlah
mahasiswa dalam kelas statistika ini 0 berarti memang tanpa siswa.Dengan
demikian bisa dikatakan bahwa 30 mahasiswa adalah benar-benar dua kali
lebih banyak daripada 15 mahasiswa.
Jenis-jenis data di atas dikupas dengan cukup mendalam karena
penerapand alam statistik akan berbeda untuk jenis data yang berbeda pula. Data
kualitatif karena bukan angka dalam arti sesungguhnya, tidak bisa disamakan
dengan data kuantitatif.Data nominal dan ordinal biasanya menggunakan metode
statistik nonparametric, sedangkan data kuantitatif memakai metode parametric.[5]
C. Menghitung Ukuran Pemusatan, Letak, dan Penyebaran Data
1. Ukuran Pemusatan Data
Ukuran pemusatan data
meliputi[6] :
a.
Mean(rataan hitung) (
)
Rata-rata atau Mean merupakan
ukuran statistik kecenderungan terpusat yang paling sering digunakan. Rata-rata
ada beberapa macam, yaitu rata-rata hitung (aritmatik), rata-rata geometrik,
rata-rata harmonik dan lain-lain.Tetapi jika hanya disebut dengan kata
"rata-rata" saja, maka rata-rata yang dimaksud adalah rata-rata hitung (aritmatik).[7]
·
Mean
data tunggal
Rumus :
·
Mean
data kelompok
Rumus :
xi = nilai tengah
n = total frekuensi
Contoh :
Data
|
fi
|
xi
|
fi . xi
|
40
– 44
45
– 49
50
– 54
55
– 59
60
– 64
65
– 69
|
4
2
6
3
3
2
|
42
47
52
57
62
67
|
168
94
312
171
186
134
|
Ʃfi = 20
|
Ʃfi.xi = 1065
|
Mean=
b.
Median (Nilai Tengah)(Me)
Median
adalah nilai yang terletak di tengah dari data yang terurut.Jika banyak data
ganjil, median adalah nilai paling tengah dari data yang terurut. Jika banyak
data genap, median adalah mean dari dua bilangan yang di tengah setelah data
diurutkan.
·
Median
data tunggal
Median data tunggal dirumuskan sebagai berikut :
Untuk data ganjil : Me = X n + ½
Untuk data genap :
Contoh :Nilai
pada rapor siswa adalah sebagai berikut : 7, 8, 7, 6, 6, 7, 5, 8, 5, 7. Dari
data tersebut, carilah mediannya.
Penyelesaian :
Urutan data : 5, 5, 6, 6, 7, 7, 7, 7, 8, 8
Jumlah data : 10 (genap)
·
Median
data kelompok
Median
data berkelompok dirumuskan sebagai berikut:
Keterangan :
Lo : Tepi bawah dari kelas yang mengandung median
fk :Frekuensi
kumulatif sebelum kelas yang memuat median
fo :Frekuensi
kelas yang memuat median
i :Panjang
interval
n :Banyaknya
data
Contoh : Carilah median dari
data di bawah ini :
Data
|
fi
|
40
– 44
45
– 49
50
– 54
55
– 59
60
– 64
65
– 69
|
4
2
6
3
3
2
|
Jawab
:
Kelas = 50 –
54 n = 20 Lo
= 50 – 0,5 = 49,5
Ʃfk = 4 + 2 = 6 fo= 6 i = 5
=
=
=
c.
Modus (frekuensi tertinggi/data yang sering muncul)
Adalah data yang paling sering muncul atau data
dengan frekuensi terbanyak.Modus suatu data bisa satu , dua (bimodus)
atau lebih bahkan tidak ada.
·
Modus
data tunggal
Contoh :Nilai rapor Budi pada suatu semester adalah sebagai
berikut : 7, 8, 7, 6, 6, 7, 5, 8, 5, 7. Dari data tersebut, carilah modusnya.
Data yang paling sering muncul
adalah 7, yaitu sebanyak 4 kali. Jadi,Modus=7
·
Modus
data kelompok
Modus data berkelompok dirumuskan sebagai berikut :
Keterangan :
Lo :
tepi bawah kelas modus
d1 :
selisih frekuensi kelas modus dengan
kelas sebelum modus
d2 :
selisih frekuensi kelas modus dengan
kelas sesudah modus
i : Panjang interval kelas
Contoh :
Data
|
fi
|
40
– 44
45
– 49
50
– 54
55
– 59
60
– 64
65
– 69
|
4
2
6
3
3
2
|
Kelas = 50 – 54 Lo = 50 – 0,5 = 49,5 i = 5
d1 = 6 –
2 = 4 d2
= 6 – 3 = 3
2.
Ukuran Letak
Data
Ukuran letak data meliputi :
a.
Kuartil (Q)
Kuartil ialah titik atau skor atau nilai yang membagi seluruh
distribusi frekuensi ke dalam empat bagian yang sama besar, yaitu masing masing
sebesar ¼ N. jadi disini akan kita jumpai tiga buah kuartil, yaitu kuartil
pertama (Q1), kuartil kedua (Q2), dan kuartil ketiga (Q3). Ketiga kuartil
inilah yang membagi seluruh distribusi frekuensi dari data yang kita selidiki
menjadi empat bagian yang sama besar, masing-masing sebesar ¼ N.
Metode yang digunakan adalah sebagaimana menghitung median.
Hanya saja, kalau median membagi seluruh distribusi data menjadi dua bagian
yang sama besar, maka kuartil membagiseluruh distribusi data menjadi empat
bagian yang sama besar.Jika kita perhatikan pada kurva tadi,
maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Q2 adalah sama dengan Median(2/4 N=1/2 N)[8].
·
Quartil
data tunggal
·
Quartil
data kelompok
Keterangan :
Qn = kuartil yang ke-n. karena titik kuartil ada
tiga buah, maka n dapat diisi dengan bilangan: 1,2, dan 3.
N = Number of cases.
Fkb = frekuensi kumulatif yang terletak dibawah skor
atau interval yang mengandung Qn.
fi = frekuensi aslinya (yaitu
frekuensi dari skor atau interval yang mengandung Qn).
I = interval class atau kelas interval.
b.
Desil (Dn)
Desil ialah titik atau skor atau
nilai yang membagi seluruh distribusi frekuensi dari data yang kita selidiki ke
dalam 10 bagian yang sama besar, yang masing-masing sebesar 1/10 N. jadi disini
kita jumpai sebanyak 9 buah titik desil, dimana kesembilan buah titik desil itu
membagi seluruh distribusi frekuensi ke dalam 10 bagian yang sama besar.
Lambang dari desil adalah D. jadi
9 buah titik desil dimaksud diatas adalah titik-titik: D1, D2, D3, D4, D5, D6,
D7, D8, dan D9.Untuk mencari desil, bisa dirumuskan sebagai berikut[9]:
Untuk data kelompok :
Keterangan :
Dn = desil yang ke-n (disini n dapat diisi dengan
bilangan:1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, atau 9.
Lo = lower limit( batas bawah nyata dari skor atau
interval yang mengandung desil ke-n).
n = number of cases.
Fkb = frekuensi kumulatif yang terletak dibawah skor
atau interval yang mengandung desil ke-n.
fi = frekuensi dari skor atau interval yang
mengandung desil ke-n, atau frekuensi aslinya.
i = interval class atau kelas interval.
c.
Persentil (Pn)
Persentil yang biasa
dilambangkan P, adalah titik atau nilai yang membagi suatu distribusi data
menjadi seratus bagian yang sama besar. Karena itu persentil sering disebut
ukuran perseratusan.
Titik yang membagi distribusi
data ke dalam seratus bagian yang sama besar itu ialah titik-titik: P1, P2, P3,
P4, P5, P6, … dan seterusnya, sampai dengan P99. jadi disini kita dapati
sebanyak 99 titik persentil yang membagi seluruh distribusi data ke dalam
seratus bagian yang sama besar, masing-masing sebesar 1/ 100N atau 1%.Untuk
mencari persentil digunakan rumus sebagai berikut[10]:
·
Data
tunggal:
·
Data
kelompok:
3.
Ukuran
Penyebaran
Ukuran penyebaran data
meliputi :
a.
Jangkauan
(range)
Jangkauan adalah selisih
datum terbesar dengan datum terkecil. Jangkauan biasanya dilambangkan dengan
huruf J. seperti halnya
mencari median, untuk mencari jangkauan suatu data kita juga diwajibkan untuk
mengurutkan datanya terlebih dahulu.Rumus menghitung jangkauan adalahdata terbesar dikurangi data
terkecil.[11]
b.
Simpangan
rata-rata ( deviasi rata-rata) / SR
Simpangan rata-rata (SR) :
yang di maksud dengan simpangan (deviation) adalah selisih antara nilai
pengamatan ke I dengan nilai rata-rata atau antara xi dengan X (X rata-rata)
penjumlahan daripada simpangan-simpangan dalam pengamatan kemudian di bagi dengan
jumlah pengamatan, N, disebut dengan simpangan rata-rata.
Dalam setiap nilai Xi akan
mempunyai simpangan sebesar xi-X . karena nilai xi berfariasai di atas dan
dibawah nilai rata-ratanya maka jika nilai simpangan tersebut di jumblahkan
akan sama dengan “nol”.untuk dapat mengitung rata-rata dari simpangan tersebut
maka nilai yang di ambil adalah nilai “absolute” dari simpangan itu
sendiri,artinya tidak menghiraukan apakah nilai simpangan tersebut positif (+)
atau negative (-) rata-rata[12].
·
Mean
Deviation Data Tunggal
·
Mean
Deviation Data Kelompok
Keterangan :
xi = Titik
tengah
n = total
frekuensi
fi =
frekuensi data ke – i
μ =
rata-rata populasi
Contoh soal :Diketahui suatu deretan bilangan
4 ,6 ,9,5 hitunglah simpanganrata-rata :
Jawab :
=6/4
= 1.5
c.
Simpangan
baku (standar deviasi) / SB
Dalam kamus bahasa Indonesia istilah deviasi
diartikansebagai penyimpangan. Dalam dunia statistik istilah
deviasi adalah simpangan atau selisih dari masing-masing skor atau interval
dari nilai rata-rata hitung (deviation from the mean).Sedangkan deviasi standar
atau standard deviation adalah pengembangan dari deviasi rata-rata. Karl Person memberikan jalan keluar dari deviasi
rata-rata yang kurang dipertanggung jawabkan dengan tidak membedakan deviasi
“Plus” dan deviasi “Minus.[13]
·
Simpangan
Baku (SB) data tunggal
·
Simpangan
Baku (SB) data kelompok
d.
Ragam
(Varians)/ SB2
·
Ragam
/ Varians (SB2) data tunggal
·
Ragam
/ Varians (SB2) data kelompok
Keterangan:
σ2 = varians atau ragam untuk populasi
σ2 = varians atau ragam untuk populasi
fi =
Frekuensi
xi = Titik
tengah
n = Jumlah data
BAB III
KESIMPULAN
Statistik dalam praktek, berhubungan dengan
angka-angka hingga bisa diartikan numerical description.dalam dunia
usaha, statistik juga sering diasosiasikan dengan sekumpulan data, seperti
pergerakan tingkat inflasi, biaya promosi bulanan dan lain sebagainya. Namun
selain merupakan sekumpulan data, statistik juga dipakai untuk melakukan
berbagai analisis terhadap data, seperti melakukan berbagai uji hipotesis dan
kegunaan lainnya, statistik untuk kegunaan ini disebut sebagai ilmu statistik.
Statistika adalah pengetahuan yang berkaitan
dengan metode, teknik atau caramengumpulkan data, mengolah data, menganalisis
data, menyajikan data dalam bentuk kurva atau diagram, menarik kesimpulan,
menafsirkan data, serta menguji hipotesis yang didasarkan pada hasil pengolahan
data.
Data adalah catatan atas kumpulan fakta.Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal
dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan
sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya.
Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.
Menghitung data berdasarkan ukurannya terbagi
menjadi 3, yaitu :
1.
Ukuran pemusatan,
meliputi : Mean, Median dan Modus
2.
Ukuran letak
data, meliputi : Kuartil (Q), Desil (Dn) dan Persentil (Pn)
3.
Ukuran
Penyebaran, meliputi :Range (jangkauan), Mean Deviation (deviasi
rata-rata), Standard Deviation (simpangan baku), danVarians
(Ragam).
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi,
Fatah. 2012. Pengertian Statistik. [online]. [Accessed 10 Apr 2015].
Available from World Wide Web: <http://edukasi.kompasiana.com/2012/10/25/pengertian-statistik-504292.html>
Basir, Ulfah. 2012. Ukuran Penyebaran
Data. [online]. [Accessed 11 Apr 2015]. Available from World Wide Web:
<http://ulfahbasirfizz.blogspot.com/2012/12/ukuran-penyebaran-data-statistika.html>
Erlangga, Dicha. 2012. Kuartil, Desil
dan Persentil. [online]. [Accessed 11 Apr 2015]. Available from World Wide
Web: <http://tugas-makalah.blogspot.com/2012/06/kuartil-desil-dan-persentil.html>
RUMUS STATISTIK. 2013. Kuartil Data
Tunggal. [online]. [Accessed 12 Apr 2015]. Available from World Wide Web:
<http://www.rumusstatistik.com/2013/11/kuartil-data-tunggal.html>
Santoso, Singgih. 2006. Menguasasi
Statistik di Era Informasi dengan SPSS 14. Jakarta: PT. Elex Media
Komputindo.
Tifanny, Wyndha Malika. Pengolahan Data.
[online]. [Accessed 12 Apr 2015]. Available from World Wide Web: <https://www.scribd.com/doc/51138656/PENGOLAHAN-DATA>
WIKIPEDIA. 2014. Pengertian Data.
[online]. [Accessed 12 Mar 2015]. Available from World Wide Web: <http://id.wikipedia.org/wiki/Data>
[1]Santoso, Singgih. Menguasasi Statistik di Era
Informasi dengan SPSS 14. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2006. hal.1.
[2]Ahmadi, Fatah. 2012. Pengertian Statistik.
[online]. [Diakses 10 Apr 2015]. Dari Web: <http://edukasi.kompasiana.com/2012/10/25/pengertian-statistik-504292.html>
[3]Santoso,
Singgih. Op.Cit. hal. 3.
[4]WIKIPEDIA. 2014. Pengertian Data. [online].
[Diakses 12 Mar 2015]. Dari Web: <http://id.wikipedia.org/wiki/Data>
[5]Santoso,
Singgih. Op.Cit. hal. 6
[6]Tifanny, Wyndha Malika. Pengolahan Data.
[online]. [Accessed 12 Apr 2015]. Available from World Wide Web: <https://www.scribd.com/doc/51138656/PENGOLAHAN-DATA>
[7]RUMUS STATISTIK. 2013. Kuartil Data Tunggal.
[online]. [Diakses 12 Apr 2015]. Dari Web: <http://www.rumusstatistik.com/2013/11/kuartil-data-tunggal.html>
[8]Erlangga, Dicha. 2012. Kuartil, Desil dan
Persentil. [online]. [Diakses 11 Apr 2015]. Dari Web: <http://tugas-makalah.blogspot.com/2012/06/kuartil-desil-dan-persentil.html>
[9]Ibid
[10]Ibid
[11]Basir, Ulfah. 2012. Ukuran Penyebaran Data.
[online]. [Diakses 11 Apr 2015]. Dari Web: <http://ulfahbasirfizz.blogspot.com/2012/12/ukuran-penyebaran-data-statistika.html>
[12]Ibid
[13]Ibid

Komentar
Posting Komentar