PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Filsafat islam terdiri dari
dua kata yang berbeda, yaitu “filsafat” dan “islam”. Masing-masing kata
tersebut telah banyak dibahas dan diketahui melalui berbagai tulisan dan
keterangan. Istilah filsafat islam juga telah banyak didefinisikan dan
dijelaskan.
Pembicaraan tentang filsafat
islam tidak bisa terlepas dari pembicaraan filsafat secara umum. Berpikir
filsafat merupakan hasil usaha manusia yang berkesinambungan diseluruh jagad
raya ini. Akan tetapi, berpikir filsafat dalam arti berpikir bebas dan mendalam
atau radikal yang tidak dipengaruhi oleh dogmatis dan tradisi disponsori oleh
filosof-filosof Yunani. Oleh karena itu, sebelum kita memperkenalkan filsafat
islam secara khusus, ada baiknya kita perkenalkan terlebih dahulu filsafat
secara umum.
B.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana sejarah lahir filsafat islam?
2. Apa saja ranah kajian filsafat islam?
3. Siapa saja tokoh-tokoh filsafat islam?
C.
Tujuan
1. Menjelaskan bagaimana sejarah lahir filsafat
islam.
2. Memaparkan ranah kajian dari filsafat islam.
3. Menjabarkan tokoh-tokoh dalam filsafat islam.
PEMBAHASAN
A.
Sejarah
Lahirnya Filsafat Islam
Latar
belakang filsafat Islam tidak dapat dipisahkan dari pemikiran filosofnya yang
dipengaruhi oleh para filosof Yunani, karena para filosof Islam menuntut ilmu
kepada filosof Yunani. Berikut adalah sejarah bagaimana terjadinya kontak
antara Filosof Islam dengan Filosof Yunani.
Pada
zaman awal perkembangan Islam, sebenarnya kaum muslimin tidak bermaksud
mengutip pemikiran filsafat dari pihak manapun juga. Mereka tidak menaruh
perhatian soal tersebut , bahkan samasekali tidak berniat mengutip ilmu apapun
juga dan tidak pernah memikirkannya. Kalau di kemudian hari ada sebagaian dai
ilmu-ilmu tersebut yang merembes kedalam pemikiran orang-orang Arab, itu
semata-mata karena keharusan yang tak dapat dihindari, karena semakin eratnya
hubungan mereka dengan bangsa-bangsa lain di sekitar negerinya. Hubungan
seperti itu memang sudah terjadi sejak zaman jahiliyah, tetapi masih terbatas
dalam ruang lingkup yang amat sempit. Misalnya, Al-Harits Bin Kaldah As-Saqofi,
belajar ilmu kedokteran pada suatu perguruan di Jundi Sabur, Persia dan di
kenak sebagai dokter Arab.
Sebuah
riwayat yang berasal dari Sa’ad Bin Abi Waqash mengatakan, ketika ia menderita
sakit, Rasul Allah SAW datang menjenguknya saat itu beliau menyarankan :”
Datanglah kepada al-Harits bin kaldah, ia mengetahui tentang kedokteran”.
Akan
tetapi ilmu pengetahuan yang diperoleh al-Harits dapat ditanggap, cukup karena
ia belum menguasai semua pokok dan cabang ilmu kedokteran secara ilmiah. Untuk
itu memang diperlukan penguasaan Bahasa suryani sebagai alat untuk dapat
mempelajari berbagai buku kedokteran yang telah diterjemahkan kedalam Bahasa
tersebut danbtersebar di Jundi Sabur. Ilmu pengetahuan di bidang itu pada
umumnya di kuasai oleh orang-orang Suryani sendiri.
Mengenai
bagaimana proses perpindahan ilmu kedokteran ke Jundi Sabur dan kenapa
buku-buku kedokteran di terjemahkan dari Bahasa Yunani kedalam bahasa Suryani,
baiklah kami ketengahkan kisahnya. Kisah kuno yang menurut sejarah merupakan
keseinambungan dari zaman plato dan aristoteles, dua orang Filosofi
yunani : yang satu menaruh perhatian besar pada problema matematika sedangkan
yang kedua menaruh perhatian besar kepada masalah alam dan kedokteran.
Kedua-duanya juga mempunyai perguruan filsafat masing-masing.
Pada
abad ke-3 SM Hipocrate juga telah mendirikan sebuah perguruan ilmu kedokteran.
Kemudian setelah kota iskandariyah dibangun kota itu menjadi tempat peradaban
Yunani yang lebih banyak bersifat Ilmiah daripada yang bersifat Filosofis. Dari
perguruan tersebut lahir sejumlah ahli pikir besar seperti Euclide, Galenus,
Archimedes, Ptolemaeus dan lain-lainnya lagi, yang telah berhasil meletakkan
dasar-dasar ilmu pengetahuan seperti ilmu geometri, ilmu falak (astronomi) dan
ilmu kedokteran. Hingga abad ke-6 kota Iskandariyah tetap menjadi
mercusuar ilmu pengetahuan. Kemudian muncul pula di kota itu para ahli pikir
generasi kedua yang mengatur, menyusun dan mempelajari buku-buku peninggalan
para ahli pikir generasi pertama untuk bahan pengajaran. Dari para ahli pikir
generasi kedua itulah orang-orang Arab menterjemahkan berbagai cabang
ilmu pengetahuan.
Perguruan
Iskandariyah tidak hanya memperhatikan soal-soal ilmu pengetahuan saja, tetapi
juga semua bentuk kebudayaan, baik yang bersifat keagamaan, pemikiran, filsafat
maupun kesusastraan. Mulai abad pertama hingga abad ke-3 M pembaharuan terhadap
pembaharuan terhadap ajaran phytagoras cenderung ke arah masalah matematika dan
moral. Demikian pula ajaran pluto, direvisi oleh plotinus yang menciptakan Neo
Platonisme. Ia lahir dan dibesarkan di Mesir, memperoleh pendidikan di
Iskandariyah dan berbahasa Yunani. Dialah yang menciptakan ajaran Enneads,
yaitu ajaran filsafat yang menjelaskan terjadinya pelimpahan dari Yang Satu (supreme
in material force). Sebagian dari bukunya diterjemahkan kedalam Bahasa Arab
dengan nama Theologia. Teori “Pelimpahan”nya banyak mempengaruhi para filosof
Islam.Muridnya yang bernama Porhyrius tidak kalah pengaruhnya dalam kehidupan
filsafat Islam hal itu tidak mengherankan karena dialah yang menulis buku isagoge,kata
dalam Bahasa Yunani yang terkenal di kalangan orang-orang Arab sampai Zaman
kita ini.Isagoge bermakna “Pintu masuk” (madkhal), yakni pintu
untuk memasuki pembicaraan tentang teori filsafat Aristoteles. Demikianlah
cuplikan sejarah awal mula para filosof islam mengadakan kontak dengan
para filosof Yunani, yang merupakan latar belakang lahirnya Filsafat Islam. Di
dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat Al-Qur’an yang menyuruh manusia agar
menggunakan akal pikiran untuk memikirkan tentang segala sesuatu yang
diciptakan-Nya.Allah SWT berfirman.
كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الآيَاتِ
لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ …
…Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu
supaya kamu berpikir. (QS al-Baqarah (2):219
B.
Ranah
Kajian Filsafat Islam
Ranah kajian filsafat islam, tidak hanya didasarkan pada
pemikiran-pemikiran dan paham filsafat semata, melainkan didasarkan dan tidak
dipishakan dari agama. Objek kajian filsafat sangatlah luas, Ada beberapa ranah
kajian filsafat islam diantaranya:
1.
Wujud/maujud
dan maujudat tuhan
Hal yang bahas dalam kajian ini adalah wajib al wujud dan cakupannya,
wajib menurut aliran/filsafat, deskripsi wujud tuhan, baik versi Al-Qur’an, versi
metafisika, perspektif teologis, akal-akal, jiwa-jiwa, hayula, serta ajram dan
ajsam.
2.
Klasifikasi
ilmu dan filsafat serta ragamnya
Hal yang dibahas dalam kajian ini adalah klasifikasi ilmu dan ragamnya,
serta ruang lingkup klasifikasi ilmu filsafat islam.
3.
Epistemologi
: kebenaran dan jalan mencapainya
Hal yang dibahas dalam kajian ini adalah epistemologi, signifikan
epistemologi, epistemologi dalam islam, jalan mencapai kebenaran dalam
epistemologi, pendekatan epistemologi islam, serta mengenal tiga epistemologi
islam.
4.
Mantiq/filsafat
dan hubungannya dengan agama
Hal yang dibahas dalam kajian ini adalah ilmu mantiq yang meliputi
sejarah, definisi, silogisme, makna dan kata, proposisi, kontradiksi,
macam-macam qiyas, bentuk demonstrasi, mantiq didalam al-qur’an, serta
fungsinya terhadap agama.
5.
Takwil
dan paradigma takwil
Hal yang dibahas dalam kajian ini adalah langkah-langkah takwil, serta
muhkam dan mutasyabih
6.
Alam/kosmos
Hal yang dibahas dalam kajian ini adalah kosmologi, materi dan bentuk,
serta gerak.
7.
Penciptaan
alam semesta
Hal yang dibahas dalam kajian ini adalah dari ketiadaan sampai
berkembang, emanasi, serta masalah qadim-hadisnya alam.
8.
Kausalitas
dan mukjizat
Hal yang dibahas dalam kajian ini adalah sebab-akibat, takdir, mukjizat
dan problematikanya, keramat dan magis.
9.
Kebaikan
dan keburukan dalam alam
Hal yang dibahas dalam kajian ini adalah makna kebaikan dan keburukan
serta aplikasinya, ukuran baik dan buruk menurut islam, serta arti dan
fungsinya bagi manusia.
10.
Tuhan dan
hubungannya dengan alam
Hal yang dibahas dalam kajian ini adalah deskripsi tentang tuhan, serta
tuhan dengan alam.
11.
Ta’aqul tuhan
dan masalah kulliyat dan juz’iyyat
12.
Jiwa
manusia
13.
Filsafat
kenabian
Hal yang dibahas dalam kajian ini adalah
polemik tentang kenabian, serta nabi dalam perspektif islam
14.
Etika
individu dan kebahagiaan sejati
Hal yang dibahas dalam kajian ini adalah etika individu, serta jalan
menuju kebahagiaan.
15.
Etika
sosial politik
16.
Teori
ittisal dan makrifah
17.
Manusia :
sejarah dan peradaban
Hal yang dibahas dalam kajian ini adalah deskripsi tentang manusia,
manusia sebagai khalifah, kisah penciptaan Adam AS, unsur-unsur dasar
penciptaan manusia, proses penciptaan manusia, perkembangan manusia keturunan
Adam AS, proses reproduksi manusia, serta kunci peradaban manusia.
18.
Kehidupan
ukhrawi (eskatologi)
19.
Wahdatul
adyan
C.
Tokoh-
Filsafat Islam
1.
Filsafat Islam di Dunia Islam Timur
a.
Al – Kindi
1. Biografi
Nama lengkap Al Kindi adalah Abu Yusuf Ya’kub ibnu Ishaq ibnu al-Shabbah
ibnu ‘Imron ibnu Muhammad ibnu al-Asy’as ibnu Qais Al-Kindi. Seorang
filosof islam yang lahir pada tahun 801 M dan wafat pada tahun 873 M. Al-Kindi
dilahirkan di Kufah sekitar tahun 185 H (801 M) dari keluarga kaya dan
terhormat. Ayahnya, Ishaq ibnu Al- Shabbah adalah gubernur Kufah pada masa
pemerintahan Al-Mahdi dan Ar-Rasyid. Al Kindi sendiri hidup pada masa
pemerintahan lima khalifah Bani Abbas, yakni Al-Amin, Al-Ma’mun, Al-Mu’tasim,
Al- Wasiq, dan Al-Mutawakkil.
2. Karyanya
Sebagai seorang filsuf islam yang sangat produktif,
diperkirakan karya yang pernah ditulis Al-Kindi dalam berbagai bidang tidak
kurang dari 270 buah. Dalam bidang filsafat diantaranya :
1.
Kitab Al-Kindi Ila Al-Mu’tashim
Billah Fi Al-Falsafah Al-Ula (tentang filsafat pertama).
2.
Kitab Al-Falsafah Al-Dakhilat Wa
Al-Masa’il Al-Manthiqiyyah Wa Al Muqtashah Wa Ma Fawqa Al-Thabi’iyyah (tentang
filsafat yang diperkenalkan dan masalah-masalah logika dan muskil, serta
metafisika).
3.
Kitab Fi Annahu La Tanalu Al-Falsafah
Illa Bi ‘Ilm Al-Riyadhiyyah (tentang filsafat tidak dapat dicapai kecuali
dengan ilmu pengetahuan dan matematika).
4.
Kitab Fi Qashd Aristhathalis Fi Al-Maqulat (tentang
maksud-maksud aristoteles dalam kategori-kategorinya).
5.
Kitab Fi Ma’iyyah Al-‘Ilm Wa Aqsamihi (tentang
sifat ilmu pengetahuan dan klasifikasinya).
6.
Risalah Fi Hudud Al-Asyya’ Wa
Rusumiha (tentang definisi benda-benda dan uraiannya).
7.
Risalah Fi Annahu Jawahir La Ajsam (tentang
substansi-substansi tanpa badan).
8.
Kitab Fi Ibarah Al-Jawami’ Al
Fikriyah (tentang ungkapan-ungkapan mengenai ide-ide komprehensif).
9.
Risalah Al-Hikmiyah Fi Asrar Al-Ruhaniyah (sebuah
tilisan filosofis tentang rahasia-rahasia spiritual).
10.
Risalah Fi Al-Ibanah An Al-‘Illat
Al-Fa’ilat Al-Qaribah Li Al-Kawn Wa Al-Fasad (tentang penjelasan mengenai
sebab dekat yang aktif terhadap alam dan kerusakan).
3. Filsafatnya
a.
Talfiq (Pemaduan Filsafat dan Agama)
b.
Metafisika
c.
Jiwa
d.
Moral
b.
Al -Razi
1. Biografi
Nama lengkapnya adalah abu bakar muhammad ibn
zakaria ibn yahya al-razi. Ia lahir di Ray dekat Teheran pada 1 Sya’ban 251 H
(865 M).
2. Karyanya
1. Kitab Al-Asrar
[bidang kimia, diterjemahkan kedalam bahasa Latin oleh Geard of Cremon]
2. Al-Hawi [merupakan
ensiklopedia kedoteran sampai abad ke 16 di Eropa, setelah diterjemahkan
kedalam bahasa Latin tahun 1279 dengan judul Continens]
3. Al-Mansuri Liber
al-Mansoris [bidang kedokteran, 10 jilid]
4. Kitab al-judar wa
al-Hasbah [tentang analisa penyakit cacar dan campak serta pencegahannya],
sedangkan dalam bidang filsafat
5. Al-Thibb al-Ruhani
6. Al-Sirah
al-Falsafiyyah
7. Amarah al-Iqbal
al-Dawlah
8. Kitab al-Ladzdzah
9. Kitab al-‘ilm
al-Ilahi
10. Maqalah fi ma
ba’da al-thabi’iyyah, dan
11. Al-Shukuk ‘ala
Proclus
3. Filsafatnya
a.
Metafisika
b.
Moral
c.
Kenabian
c.
Al-Farabi
1. Biografi
Digelar
Aristotle kedua. Tulisan ahli falsafah Yunani seperti Plato dan
Aristotle mempunyai pengaruh yang besar terhadap
pemikiran ahli falsafah Islam. Salah seorang ahli falsafah Islam yang terpengaruh
dengan pemikiran kedua tokoh tersebut ialah Al-Farabi. Nama sebenarnya Abu Nasr Muhammad Ibnu Muhammad Ibnu Tarkhan Ibnu Uzlaq Al
Farabi. Beliau lahir
pada tahun 874M (260H) di Transoxia yang terletak dalam Wilayah Wasij
di Turki. Bapanya merupakan seorang anggota tentera yang
miskin tetapi semua
itu tidak menghalangnya daripada mendapat pendidikan di Baghdad. Beliau telah
mempelajari bahasa Arab di bawah pimpinan Ali Abu Bakr Muhammad ibn al-Sariy.
2. Karyanya
1. Syuruh Risalah
Zainun al-Kabir al-Yunani
2. Al-Ta’liqat
3. Risalah fi ma Yajibu Ma’rifat Qabla Ta’allumi
al-Falsafah
4. Kitab Tahshil al-Sa’adah
5. Risalah fi Itsbat al-mufaraqah
6. ‘Uyun al-Masa’il
7. Ara’ Ahl al-Madinah al-Fadhilah
8. Ihsha’ al-‘Ulum wa al-Ta’rif bi Aghradiha
9. Maqalat fi Ma’ani al-Aql
10. Fushul al-Hukm
11. Risalah al-‘Aql
12. Al-Siyasah al-Madaniyah
13. Al-Masa’il al-Falsafiyah wa al-ajwibah ‘anha
14. Al-Ibanah ‘an Ghardi Aristo fi Kitabi ma Ba’da
al-Thabi’ah
3. Filsafatnya
a.
Pemaduan filsafat
b.
Metafisika
c.
Jiwa
d.
Politik
e.
Moral
f.
Teori kenabian
d.
Ikhwan al-shafa’
1. Latar belakang dan
keanggotaan
Ihkwan al-shafa’ (persaudaraan suci) adalah
nama sekelompok pemikir islam yang bergerak secara rahasia dari sekte syi’ah
isma’iliyah yang lahir pada abad ke 4 H/10 M di Basrah. Kerahasiaan kelompok
ini, yang juga menamakan dirinya khulan al-wafa’, ahl al-adl, dan abna’
al-hamd, boleh jadi karena tendensi politis, dan baru terungkap setelah
berkuasanya Dinasti Buwaihi di Bagdad pada tahun 983 M.
2. Karyanya
1. 14 Risalah Tentang
Matematika
2. 17 Risalah Tentang
Fisika dan Ilmu Alam
3. 10 Risalah Tentang
Ilmu Jiwa
4. 11 Risalah Tentang
Ilmu-Ilmu Ketuhanan
3. Filsafatnya
a.
Talfiq
b.
Metafisika
c.
Jiwa
d.
Moral
e.
Bilangan
e.
Ibn miskawaih
1. Biografi
Orang yang mengasaskan teori evolusi, Ibn Miskawaih atau nama sebenarnya
Abu Ali bin Ahmad bin Muhammad bin Yaakub bin Miskawaih merupakan ilmuwan Islam
yang terpenting. Walaupun pemikiran falsafahnya tidak banyak dibicarakan tetapi
beliau telah mengemukakan berbagai-bagai teori falsafah penting yang menjadi
asas kepada pemikiran falsafah tokoh-tokoh selepasnya. Pandangannya mengenai
manusia dan perkembangan masyarakat bukan saja menjadi asas pemikiran ke-pada
ilmuwan Islam yang lain seperti Ibnu Khaldun dan Jamaluddin Al Rini tetapi juga
para sarjana Barat.
2. Karyanya
Beberapa karyanya yang dapat di catat
1. Al-Fauz
Al-Akbar
2. Al Fauz Al-Asghar
3. Tajarib Al-Umam [sebuah sejarah tentang banjir
besar yang ditulisnya pada tahun 369 H/979 M]
4. Uns al-Farid [koleksi anekdot, sya’ir,
pribahasa, dan kata-kata hikmah]
5. Tartib al-Sa’adah [tentang akhlak dan politik]
6. Al-Mustaufa [sya’ir-sya’ir pilihan]
7. Jawidan khirad [koleksi ungkapan bijak]
8. Al-jami’
9. Al-Siyar [tentang tingkah laku kehidupan]
10. On teh simple drugs [tentang kedokteran]
11. On the composition of the bajats [seni
memasak]
12. Kitab al-asyribah [tentang minuman]
13. Tahdzib al-akhlak [tentang akhlak]
14. Risalah fi al-Lazzah wa al-alam fi jauhar
al-Nafs
15. Ajwibah wa As’ilah fi al-nafs wa al-aql
16. Al-jawab fi al-Masa’il al-Tsalats
17. Risalah fi Jawab
fi su’al Ali Ibn Muhammad Abu Hayyan Al-Shufifi Haqiqah al-‘Aql
18. Thaharah al-Nafs
3. Filsafatnya
a.
Metafisika
b.
Kenabian
c.
Moral
d.
Sejarah
f.
Ibn sina
1. Biografi
Ibnu Sina merupakan doktor Islam yang terulung.
Sumbangannya dalam bidang perubatan
bukan saja diakui oleh dunia Islam tetapi juga oleh para sarjana Barat. Nama sebenar Ibnu Sina ialah Abu Ali
al-Hussian Ibnu Abdullah. Tetapi di Barat, beliau
lebih dikenali sebagai Avicenna. Ibnu Sina
dilahirkan pada tahun 370 Hijrah bersamaan dengan 980 Masihi. Pengajian peringkat awalnya bermula di Bukhara dalam
bidang bahasa dan sastera. Selain itu, beliau
turut mempelajari ilmu-ilmu lain seperti geometri, logik, matematik, sains, fiqh, dan perubatan.
2. Karyanya
1. Al-Syifa [Penyembuhan]
2. Al-Najah [Penyelamat]
3. Al-Isyarah wa al-Tanbihah [Isyarat dan
peringatan]
4. Al-qur’an fi Al-Thibb
5. Al-Hikmah al-Arudhiyyah
6. Hidayah Al-Rais li Al-Amir
7. Risalah fi Al-Kalam ala al-Nafs al-Nathiqiyah
8. Al-Mantiq Al-Masyiriqiyyin [Logika Timur]
3. Filsafatnya
a.
Metafisika
b.
Jiwa
c.
Kenabian
d.
Tasawuf
g.
Al-ghazali
1.
Biografi
Nama lengkapnya abu hamid ibn muhammad ibn
ahmad al-ghazali. Ia lahir di Thus, bagian dari kota khurasan, Iran pada 450 H
(1056 M)
2. Karyanya
1. Maqasid
Al-Falasifah
2. Tahafut al-Falasifah
3. Mi’yar al-’ilm
4. Ihya ‘Ulum al-Din
5. Al-Munqidz in al-Dhalal
6. Al-Ma’arif al-‘Aqliyah
7. Misyqkat al-Anwar
8. Minhaj Al-‘Abidin
9. Al-Iqtishad di al-i’tiqad
10. Ayyuha Al walad
11. Al-mustashfa
12. Iljam al-‘Awwam ‘an ‘ilm al’Kalam
13. Mizan al-‘amal
3. Filsafatnya
a.
Epistimologi
b.
Metafisika
c.
Moral
d.
Jiwa
2.
Filsafat Islam di Dunia Islam Barat
a.
Ibn bajjah
1. Biografi
Abu Bakr Muhammad Ibn Yahya al-Saigh atau lebih terkenal sebagai Ibn
Bajjah. Beliau dilahirkan di Saragossa pada tahun 1082 Masihi (M). Ibn Bajjah
merupakan seorang sastrawan dan ahli bahasa yang unggul. Dalam
hal ini, beliau pernah menjadi penyair bagi golongan al-Murabbitin
yang dipimpin oleh Abu Bakr Ibrahim Ibn Tafalwit. Selain itu, Ibn
Bajjah juga merupakan seorang ahli musik dan pemain gambus yang
handal. Sungguhpun begitu beliau juga seorang yang hafiz
al-Quran.
Dalam masa
yang sama, Ibn Bajjah amat terkenal dalam bidang perubatan dan
merupakan salah seorang doktor teragung yang pernah dilahirkan di
Andalusia. Walau bagaimanapun, kehebatannya turut
terserlah dalam bidang politik sehingga beliau dilantik menjadi
menteri semasa Abu Bakr Ibrahim berkuasa di
Saragossa.
2. Filsafatnya
a.
Epistimologi
b.
Metafisika
c.
Moral
d.
Politik
b.
Ibn Thufail
1. Biografi
Ibn Thufail yang lahir pada tahun 1106
Masihi di Asya, Granada lebih dikenali
sebagai ahli hukum, perubatan, dan ahli politik yang handal. Semasa pemerintahan al-Mu'min ibn Ali, Ibn Thufail
atau nama asalnya, Abu Bakr Muhammad ibn Abdul
Malik ibn Muhammad ibn Muhammad ibn Thufail al-Qisi pernah dilantik sebagai pembantu gabenor Wilayah Sabtah dan
Tonjah di Maghribi. Beliau
juga pernah menjadi doktor peribadi kepada pemerintah al-Muwahidin, Abu Ya'kub Yusuf.
2. Filsafatnya
a.
Filsafat dan agama
b.
Metafisika
c.
Epistimologi
d.
Jiwa
c.
Ibn rusyd
1.
Biografi
Ibnu Rusyd atau nama
lengkapnya Abu Walid Muhammad Ibnu Ahmad lahir di Kardova pada tahun 1126. Beliau ahli falsafah yang paling agung
pernah dilahirkan dalam
sejarah Islam. Pengaruhnya bukan saja berkembang luas didunia Islam, tetapi juga di kalangan masyarakat di
Eropah. Di Barat, beliau dikenal sebagai Averroes. Keturunannya terdiri daripada golongan yang
berilmu dan ternama. Bapaknya dan datuknya merupakan kadi di Kardova. Oleh
itu, beliau telah dihantar untuk berguru dengan
Ibnu Zuhr yang kemudiannya menjadi rakan karibnya.
2. Filsafatnya
a.
Metode pembuktian kebenaran
b.
Metafisika
c.
Tanggapan terhadap al-ghazali
d.
Moral
e.
Averroisme
3.
Filsafat Islam di Dunia Islam Barat
a.
Nashiruddin Thusi
1. Biografi
Thusi, nama lengkapnya adalah Abu Ja’far Muhammad Ibn Muhammad Al-Hasan
Nashir al-Din al-Thuai al-Muhaqqiq Lahir pada 18 Februari 1201 M/597 H di Thus,
sebuah kota di Khurasan, tempat ia menerima pendidikannya yang pertama dari
Muhammad Ibn Hasan.
2. Filsafatnya
a.
Metafisika
b.
Jiwa
c.
moral
d.
Politik
e.
Kenabian
b.
Suhrawardi Al-Maqtul
1. Biografi
Nama lengkapnya, Syaikh Syhihab Al-Din Abu
Al-Futuh Yahya Ibn Habasy Ibn Amirak Al-Suhrawardi, dilahirkan di Suhraward,
Iran barat laut, dekat Zanjan pada tahun 548 H/1153 M.
2. Filsafatnya
a. Metafisika dan
cahaya
b. Epistimologi
c. Kosmologi
d. Psikologi
c.
Mulla Shadra
1. Biografi
Nama lengkapnya muhammad ibn ibrahim yahya qawami syirazi, sering disebut
shadr al-Din Al-Syirazi atau Akhund Mulla Shadra. Dikalangan murid-muridnya
dikenal dengan shadr al-muti’allihin. Ia lahir di syiraz pada tahun 979/980 H
atau 1571/1572 M dari sebuah keluarga terkenal dan perpengaruh.
2. Filsafatnya
a.
Epistimologi
b.
Metafisika
c.
Moral
d.
Muhammad Iqbal
1. Biografi
Muhammad Iqbal adalah seorang tokoh dominan
umat islam abad kedua puluh, lahir pada bulan Dzulhijjah 1289, atau 22 Februari
1873 M di Sialkot. Ia memulai pendidikannya pada masa kanak-kanak pada ayahnya,
Nur Muhammad yang dikenal seorang ulama.
2. Filsafatnya
a.
Ego atau khudi
b.
Ketuhanan
c.
Materi dan kausalitas
d.
Moral
e.
Insan al-kamil
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Filsafat Islam artinya berpikir dengan bebas dan
radikal namun tetap berada pada makna, yang mempunyai sifat, corak, serta
karakter yang menyelamatkaan dan memberi kedamaian hati yang tetap berlandaskan
pada Al-Qur’an dan As-Sunah. Perbedaan
filsafat Islam dengan filsafat Barat adalah filsafat Barat memiliki paham
sekularisme yang memisahkan antara agama dengan filsafat sedangankan filsafat
Islam bersifat universal namun berlandaskan agama.
B.
Saran
Dalam makalah ini penyusun menyadari masih banyak kekurangan yang terdapat
didalamnya, baik dari segi penulisan, susunan kata, bahan referensi, dan
lainnya. Oleh karena itu penulis mengharapkan masukan dari pihak pembaca
sebagai pengetahuan untuk mewujudkan perubahan yang lebih baik di masa yang
akan datang.
Demikianlah makalah yang
sederhana ini kami susun semoga dapat bermanfaat
bagi penyusun pada khususnya dan pembaca pada umumnya. Oleh sebab itu kritik
dan saran, bahkan yang tidak membangun
sekalipun, kami tunggu demi kesempurnaan
makalah ini. Semoga niat baik kita diridhoi oleh Allah SWT. Amin.
DAFTAR
PUSTAKA
Sirajudin
Zar, Filsafat Islam : Filosof dan Filsafatnya, Jakarta, Raja
Grafindo, 2004
Nasution,
Hasyimsyah, Filsafat Islam, Jakarta, Gaya Media Pratama, 2002
Fakhry,
Majid, Sejarah Filsafat Islam, Bandung, Penerbit Mizan, 2001
Praja,
Juhaya S., Pengantar Filsafat Islam, Bandung, CV PUSTAKA SETIA, 2010
Fattah,
Abdul, Pengantar ke Alam Filsafat, Mataram, Institut Agama Islam Negeri
Mataram, 2015

Komentar
Posting Komentar